Tips Memilih Baju Adat untuk Pakaian Pengantin

Tips Memilih Baju Adat untuk Pakaian Pengantin

Pernikahan merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh setiap pasangan atau calon pengantin. Selain istimewa, acara pernikahan memang memiliki kesan yang sakral sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Salah satu yang paling penting untuk dipersiapkan adalah baju pengantin. Meskipun saat ini tren baju pengantin modern semakin menjamur tetapi baju pengantin dengan memakai baju adat masih banyak diminati dan terus dilestarikan. Bahkan akhir-akhir ini baju pengantin menggunakan pakaian adat justru kembali menjadi tren sehingga akan membuat acara pernikahan semakin terasa sakral.

Tips Memilih Baju Adat untuk Pakaian Pengantin

Bagi anda yang akan merencanakan pernikahan namun bingung memilih baju adat yang ingin anda pakai saat acara akad maupun resepsi sebaiknya tak perlu khawatir. Berikut akan dijelaskan tips memilih pakaian adat sebagai pakaian pengantin yang bisa menjadi bahan pertimbangan anda.

  1. Berdiskusi dengan Keluarga
    Ketika akan memutuskan untuk memilih baju adat sebagai pakaian pengantin, maka sebaiknya anda berdiskusi terlebih dahulu dengan anggota keluarga dan pasangan. Biasanya pakaian pengantin akan disesuaikan dengan asal daerah calon pengantin. Jika pengantin berasal dari dua suku yang berbeda biasanya pada masing-masing acar resepsi akan memakai pakaian adat yang berbeda. Agar nantinya acara pernikahan tersebut semakin sakral dan sesuai dengan suku anda berasal maka pastikan untuk berkonsultasi dengan pihak keluarga.
  2. Memastikan Membeli atau Menyewa
    Dalam memilih baju adat untuk acara pernikahan memang tidaklah mudah sebab anda harus memastikan baju tersebut sesuai dengan ukuran anda dan pasangan. Bagi anda yang memiliki budget terbatas sebaiknya silakan menyewa pakaian adat saja yang biasanya disediakan oleh pihak perias pengantin. Namun jika anda memiliki budget yang lebih bisa membeli baju tersebut. Namun kebanyakan para pengantin justru memilih menyewa pakaian adat untuk acara pernikahan mereka sebab untuk proses pembuatan membutuhkan waktu yang cukup lama terlebih dengan banyaknya aksesoris yang dibutuhkan membuat anda harus mengeluarkan waktu dan tenaga lebih untuk mempersiapkannya.
  3. Melakukan Fitting Baju Sebelum hari H
    Agar pakaian adat yang akan anda pakai saat acara pernikahan terlihat pas dan sempurna, maka jangan lupa untuk melakukan fitting baju tersebut sebelum hari H. Pastikan untuk melakukan fitting bersama dengan pasangan agar nantinya terlihat serasi saat berada di pelaminan.
  4. Berkonsultasi dengan Wedding Organizer
    Agar nantinya dekorasi pelaminan anda sesuai dengan tema baju adat yang anda pakai sebaiknya lakukan konsultasi dengan pihak wedding organizer sehingga antara dekorasi maupun riasan pengantin tampak serasa dan sesuai dengan tema yang anda inginkan.

Baca juga Inilah 4 Baju Adat Paling Unik di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Itulah beberapa penjelasan mengenai tips memilih baju adat untuk pakaian pengantin yang bisa menambah wawasan anda. Memakai pakaian adat saat acara pernikahan memang tidak hanya akan memberikan kesan yang lebih sakral dan indah namun juga bisa menjadi bentuk pelestarian kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Inilah 4 Baju Adat Paling Unik di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Inilah 4 Baju Adat Paling Unik di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Seperti yang telah diketahui bahwa Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang masing-masing mempunyai tradisi serta budaya tersendiri. Berbicara mengenai budaya tentu tak bisa terlepas dari baju adat yang dimiliki oleh masing-masing suku atau daerah tersebut. Kebanyakan pakaian adat tersebut dipakai saat acara pernikahan atau pada upacara-upacara tertentu. Biasanya setiap pakaian adat juga memiliki keunikan dan menjadi ciri khas tersendiri dibanding daerah lainnya.

Inilah 4 Baju Adat Paling Unik di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Tak jarang pakaian adat tersebut dibuat dari bahan-bahan yang mewah karena dipakai oleh para raja-raja. Diantara puluhan baju adat yang berasal dari berbagai suku di Indonesia, ternyata terdapat 4 baju yang dianggap paling unik dan menarik perhatian. Nah, bagi anda yang penasaran berikut ini akan dijelaskan 4 pakaian adat yang paling unik di Indonesia yang perlu anda ketahui.

  1. Ulee Balang dari Nangroe Aceh Darussalam
    Baju adat yang satu ini sebetulnya hanya diperkenankan dipakai untuk kalangan pemuka agama, kalangan raja beserta keluarganya. Tak dapat dipungkiri, pakaian adat yang satu ini memang sering membuat siapa saja kagum ketika menyaksikannya. Sebab desain pakaian adat ini sangatlah mewah dengan hiasan sulaman emas pada tutup kepalanya, Selain itu terkadang ditambahkan pula aksesoris emas saat memakai pakaian adat ini. Sedangkan jika dipakai untuk kalangan pemuka agama, Ulee Balang ini dibuat lebih sederhana tanpa balutan emas.
  2. Aesan Gede dari Sumatra Selatan
    Baju adat yang satu ini dibuat sangat megah karena terinspirasi dari masa kejayaan zaman Sriwijaya serta Kesultanan Palembang Darussalam. Pakaian adat Aesan Gede dibuat dengan dimonasi warna merah serta hiasan benang emas. Kain pakaian adat ini merupakan kain songket dengan warna gemerlap dan keemasan. Untuk melengkapi pakaian adat juga ditambahkan pula aksesoris dari measa seperti gelang kano, gelang gepeng, gelang sempuru dan kalung takap jajo. Selain itu untuk pengantin wanita biasanya menggunakan mahkota aesan gede, tusuk teratai, kelapo setandan dan bungo tusuk cempako.
  3. Paes Ageng dari Yogyakarta
    Baju adat Paes Ageng terinspirasi dari busana tradisi keraton Yogyakarta yang dahulu hanya dipakai oleh kerabat keraton saja sebagai simbol kebesaran. Namun semenjak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX, pakaian adat tersebut diperbolehkan untuk dipakai di luar keraton dan menjadi salah satu baju pengantin khas Jawa yang populer. Keunikan yang dimiliki oleh pakaian adat Paes Ageng adalah adanya motif pakaian yang memiliki makna tersendiri begitu juga dengan akserorisnya.
  4. Perang dari Kalimantan Barat
    Pakaian adat ini dibuat dari bahan kulit kayu yang diolah hingga menjadi kain. Sedangkan bahan utama pembuatan kain tersebut adalah kayu kapuo yang dipukul-pukul terlebih dahulu di dalam air. Uniknya kemampuan mengolah kayu ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang lalu serta kulit pohon tersebut di tenun menjadi kain lalu diwarnai menggunakan getah pohon tertentu.

Baca juga Beberapa Perbedaan dari Baju Adat Yogyakarta dan Surakarta yang Perlu Anda Ketahui

Itulah beberapa penjelasan mengenai 4 baju adat yang paling unik di Indonesia yang perlu anda ketahui. Melalui penjelasan di atas kini anda bisa menambah wawasan seputar kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia yang memang pantas dibanggakan dan terus dilestarikan terutama dalam hal pakaian adatnya.

Beberapa Perbedaan dari Baju Adat Yogyakarta dan Surakarta yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Perbedaan dari Baju Adat Yogyakarta dan Surakarta yang Perlu Anda Ketahui

Indonesia mempunyai berbagai suku dengan budayanya masing-masing, bahkan setiap wilayah mempunyai ciri khas yang berbeda. Tetapi jika Anda mengamati dengan baik antara Yogyakarta dan Surakarta mempunyai persamaan dari baju adat yang digunakan. Sekilas memang terlihat sama namun jika Anda mengamati dengan seksama ada beberapa pembeda dari kedua daerah yang ada di Jawa Tengah tersebut. Ini bisa Anda lihat baik pada busana adat untuk pria ataupun wanita, baik dari bentuk dan juga artian mempunyai perbedaan satu sama lainnya.

Beberapa Perbedaan dari Baju Adat Yogyakarta dan Surakarta yang Perlu Anda Ketahui

Bagi Anda yang masih bingung ketika harus membedakan busana adat dari daerah Yogya ataupun solo, perlu memahami artikel dibawah ini. Ada beberapa pembeda dari keduanya secara spesifik, antara lain:

Blangkon.

Pertama dari topi yang digunakan oleh para pria solo dan juga Yogya atau lebih dikenal dengan sebutan blangkon. Dalam pemakaian pakaian adat pasti menggunakan penutup kepala satu ini, untuk perbedaan yang terlihat kasat mata dapat Anda perhatikan pada bagian gelung belakang. Untuk daerah solo mempunyai bentuk yang pipih atau kempes, tetapi untuk masyarakat Yogya pasti ada benjolan pada bagian belakang. Dari bentuk yang berbeda tentunya filosofi masing-masing juga berbeda.

Surjan atau beskap.

Lalu pakaian adat untuk pria mempunyai perbedaan yang cukup menonjol, daerah Yogya terkenal dengan istilah surjan yang digunakan setiap harinya. Secara motif baju adat pria Yogya tersebut terbagi menjadi 2 antara surjan lurik dan juga surjan kembang. Berbeda dengan pria solo yang lebih dikenal dengan penggunaan beskap, hampir mirip seperti jas tetapi desain berbeda.

Baca Juga : Beberapa Baju Adat dari Sumatra Utara  

Kain batik.

Lalu ada kain batik yang sering digunakan sebagai bawahan, kedua kota mempunyai ciri yang berbeda. Untuk solo mempunyai warna sogan atau kecoklatan dengan motif yang lebih besar, berbeda dengan Yogya karena menggunakan warna putih dasar dan kehitaman pada motif yang dibuatnya.

Busana dan tatarias pengantin.

Lalu untuk pengantin setiap daerah mempunyai tatanan sendiri-sendiri, begitu pula dengan Yogya dan Solo. Walaupun memang sekilas mempunyai kemiripan dalam pembuatan paes tetapi tetap ada perbedaan yang menonjol. Misalnya saja pada Warna yang digunakan, untuk daerah solo memang lebih simpel dan elegan. Tetapi daerah Yogya menggunakan warna emas yang terkesan menarik serta glamour.

Solo dan Yogya merupakan kota yang ada di Jawa Tengah, lokasi dari keduanya memang tidak begitu jauh. Jadi tidak heran jika memang ada sedikit persamaan budaya, baju adat ataupun kebiasaan masyarakatnya. Tetapi secara keseluruhan keduanya memang berbeda, hal ini akan semakin terlihat jika Anda sudah masuk dalam kedua wilayah berbeda tersebut. Apalagi jika melihat dari sejarah dari kedua kota tersebut, inilah salah satu bukti keragaman budaya yang ada di Indonesia.

Beberapa Baju Adat dari Sumatra Utara  

Beberapa Baju Adat dari Sumatra Utara   

Sumatra Utara merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan mempunyai ibukota di Medan. Wilayah ini sangat terkenal dengan beragam kelompok etnisnya, dimana yang paling terkenal adalah masyarakat dari Batak dan juga dari India. Wilayah ini juga sangat kaya dengan beberapa budaya seperti dari kuliner yang khas yang mempunyai banyak sekali pilihan makanan yang enak dan juga tentunya dari pakaian adat yang berasal dari wilayah Sumatra Utara ini. Misalnya beberapa baju adat yang ada dan berasal dari Sumatra Utara adalah:

 Beberapa Baju Adat dari Sumatra Utara  

Pakaian adat dari Toba

Jenis pertama dari pakaian adat dari Sumatra adalah dari batak toba. Suku batak sendiri terbagi-bagi dalam beberapa sub suku yang salah satunya adalah batak toba. Sub suku ini pada umumnya menghuni wilayah di sekitar danau toba yang merupakan danau terluas yang ada di Indonesia. Untuk pakaian adat dari sub suku ini menggunakan bahan dari kain tenun yang juga dikenal sebagai kain ulos. Selain itu ciri umum dari pakaian sub suku batak toba ini adalah dari yang mencerminkan wilayah dan juga kebudayaan dari suku batak toba. Karena dari warna ulos nantinya juga akan menunjukkan filosofi dari pakaian adat tersebut. Misalnya beberapa jenis kain ulos yang ada adalah ulos bintang maratur, ulos pian lobu-lobu, ulos mangiring, dan masih banyak kain ulos lainnya.

 

Pakaian adat dari Mandailing

Jenis baju adat selanjutnya yang ada adalah pakaian dari Mandailing. Sub suku ini menghuni di beberapa daerah yang berada di Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, dan juga Padang Lawas. Untuk pakaian adat dari suku batak Mandiling juga hampir sama dengan pakaian adat dari suku batak toba, tetapi mempunyai beberapa perbedaan dari perpaduan kain ulos dan juga aksesoris yang digunakannya.

Baca Juga : 3 Jenis Baju Adat Jawa Timur yang Masih Ada Hingga Saat Ini  

Pakaian adat dari Nias

Suku Nias merupakan masyarakat lainnya yang berada di wilayah Sumatra Utara. Terkenal dengan tradisi lompat batunya, pakaian adat dari suku Nias ini mempunyai ciri sendiri. Dimana untuk pakaian adat dari suku ini akan menggunakan baru oholu yang digunakan untuk pria, sedangkan untuk wanitanya akan menggunakan pakaian adat yang disebut dengan oroba sioli. Warna dari pakaian adat dari Nias ini mempunyai warna kuning dan juga emas.

 

Pakaian adat dari Melayu

Dan selain dari suku batak dengan beberapa sub sukunya seperti batak karo, pakpak, dan juga lainnya dan juga suku Nias, di wilayah Sumatra Utara juga dihuni oleh masyarakat dari suku Melayu. Dimana untuk pakaian adat dari suku Melayu yang ada di daerah Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, dan juga Batu Bara ini menggunakan baju adat songket yang dililitkan di pinggang.

3 Jenis Baju Adat Jawa Timur yang Masih Ada Hingga Saat Ini  

3 Jenis Baju Adat Jawa Timur yang Masih Ada Hingga Saat Ini   

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau dan beraneka macam suku, berbagai suku akan menunjukkan budayanya masing-masing, seperti wilayah Indonesia sendiri yang memiliki 34 provinsi, mereka memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bahasa yang digunakan, kemudian juga dari segi baju adat nya bahkan juga sampai kuliner khasnya. Berbicara mengenai pakaian tidak bisa dipungkiri bahwa inilah yang menjadi pembeda antara suku yang satu dengan yang lainnya.

 3 Jenis Baju Adat Jawa Timur yang Masih Ada Hingga Saat Ini  

Meskipun dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan era globalisasi membuat terjadinya pencampuran budaya, baik itu yang berasal dari dalam negeri, bahkan sampai percampuran nilai budaya yang berasal dari luar negeri. Salah satu yang bisa dilihat secara mudah memang dari segi pakaian ini. Apa yang digunakan bisa melambangkan sebuah budaya. Kebanyakan busana yang masuk ke Indonesia memang sudah campur tangan dari budaya barat. Terbuat dari bahan-bahan tekstil buatan dan juga dalam model yang terbuka. Namun bukan hal yang mustahil jika seandainya Anda ingin melihat busana khas dalam negeri sendiri masih banyak.

 

Salah satunya adalah dari wilayah Jawa Timur, salah satu provinsi yang ada di Jawa ini sebagian diantaranya masih sering mengenakan baju adat, khususnya di acara-acara tertentu, meskipun tidak dijumpai setiap hari, namun masih mengidentikkan budaya tersebut. Berikut ini beberapa busana adat khasnya, yaitu:

 

  1. Baju manten khas Jawa Timur, baju ini hanya digunakan pada acara pernikahan atau yang dalam bahasa jawa disebut sebagai ‘mantenan’ pakaian yang kurang lebih hampir menyerupai busana kebaya, namun dengan bagian punggung yang terbuka, umumnya kedua mempelai akan mengenakan pakaian yang sejenis saat upacara pernikahan atau resepsi. Busana ini juga terbilang masih cukup populer digunakan di saat acara pernikahan.
  2. Baju pesan, model busana yang satu ini khas digunakan oleh orang-orang Madura, yaitu dengan warna dasar adalah hitam gelap ditambah dengan kaos dengan corak murah dan juga putih khusus untuk laki-laki, sedangkan untuk wanita mengenakan sebuah jarik atau batik dilengkapi dengan baju yang memiliki warna hitam.
  3. Baju cak dan ning, pakaian yang satu ini masih sering digunakan dalam beberapa kontes yang sering diadakan tingkat wilayah Jawa Timur, dengan mengusung konsep utama yaitu memiliki bawahan yang terbuat dari bahan dasar kain batik, kemudian bagian atasnya adalah kebaya. Ditambah dengan beberapa macam aksesoris lainnya seperti kerudung Renda.

 

Model baju adat Jawa Timur tersebut masih bisa dijumpai hingga saat ini, bahkan ada yang menjualnya di pasaran, meskipun sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas sehari-hari, melainkan hanya untuk waktu-waktu tertentu saja, seperti acara-acara spesial layaknya pernikahan. Penting untuk dilestarikan agar tidak hilang.

Ini Dia Baju Adat Indonesia yang Populer di Luar Negeri

Ini Dia Baju Adat Indonesia yang Populer di Luar Negeri

Baju adat di Indonesia memang menjadi salah satu kekayaan negeri yang tiada tara. Kemajemukan bangsa ini merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara manapun sehingga harus dijaga kelestariannya. Pakaian menjadi salah satu ciri khas suatu daerah sebagai salah satu bagian dari negara Indonesia. Diantara banyaknya pakaian adat di Indonesia, terdapat beberapa pakaian adat yang dikenal dan populer di luar negeri.

Ini Dia Baju Adat Indonesia yang Populer di Luar Negeri

Kepopuleran pakaian adat tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga pertukaran informasi semakin mudah. Berikut adalah beberapa baju adat Indonesia yang telah dikenal luas dalam kancah Internasional:

  1. Aceh. Letak Aceh yang sangat strategis di Selat Malaka membuat wilayah ini telah dikenal sejak masa lampau. Kegiatan perdagangan yang ramai oleh pedagang dari berbagai negeri di Aceh sejak ratusan tahun lalu membuat budaya lokal lebih mudah dikenal oleh orang luar sejak lama. salah satu budaya yang dikenal adalah pakaian tradisionalnya. Pakaian tradisional Aceh dikenal dengan nama Ulee Balang yang semula hanya boleh dikenakan oleh bangsawan saja. Desain yang mewah dengan sulaman benang emas serta hiasan dari logam mulia pada pakaian ini, membuat rakyat biasa tidak dapat mengenakannya. Akan tetapi kini siapapun bisa mengenakan pakaian adat ini. Biasanya pakaian adat ini dikenakan ketika mengadakan pesta pernikahan.
  2. Sumatra Utara. Tidak jauh dari Aceh, ada Sumatra Utara yang memiliki pakaian adat bernama Ulos. Kain tersebut kini masih banyak dijumpai dalam berbagai macam upacara adat, khususnya Suku Batak.
  3. Sumatra Selatan. Pakaian adat dari daerah ini terkesan mewah dan elegan. Hal ini karena wilayah ini merupakan bekas Kerajaan Sriwijaya yang mengalami masa kejayaan pada masanya. Sisa-sisa kejayaannya dapat dijumpai pada tampilan pakaian adatnya yang banyak dikenakan untuk upacara pernikahan.
  4. Papua Barat. Pakaian adat yang dikenakan pada wilayah ini bisa dibilang sangat sederhana dan unik. Bahan utama pembuatan pakaian ini adalah tumbuhan yang dirangkai menggunakan sejenis tali dan diberi nama Ewer.
  5. Yogyakarta dan Solo. Di wilayah yang dikenal dengan budayanya ini, pakaian adat telah banyak mengalami perkembangan. Ketika dahulu pakaian adat hanya dikenakan oleh para bangsawan istana saja, kini siapa saja dapat memakainya. Kebanyakan pakaian adat yang berasal dari daerah ini dikenakan saat acara pernikahan. Selain itu, para tokoh istana kini mengenakan pakaian adat untuk berbagai acara resmi.

Baca Juga Cara Memilih Baju Adat yang Tepat Digunakan untuk Pernikahan

Demikian adalah beberapa jenis baju adat Indonesia yang populer hingga ke luar negeri. Baju dari daerah lainnya pun tetap harus dilestarikan dan diupayakan agar semakin dikenal luas ke masyarakat Internasional. Dengan demikian akan semakin bersemangat dalam melestarikan budaya bangsa. Mulai dari diri sendiri dengan mengenakan pakaian adat untuk acara-acar tertentu yang sesuai sehingga salah satu khasanah budaya Indonesia tersebut tetap terjaga keberadaannya.

Cara Memilih Baju Adat yang Tepat Digunakan untuk Pernikahan

Cara Memilih Baju Adat yang Tepat Digunakan untuk Pernikahan

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam, salah satunya adalah baju adat. Baju ini memiliki kekhasan sesuai daerahnya masing-masing. Baju ini menjadi identitas suatu daerah sebagai salah satu bagian dari kekayaan Indonesia. Kini jenis pakaian ini banyak difungsikan untuk dikenakan dalam berbagai acara resmi. Salah satu acara yang mengenakan pakaian adat ini adalah acara pernikahan. Pakaian satu ini dipilih sebagai pakaian pengantin dalam acara pernikahan adalah karena pakaian ini memiliki nilai yang sangat tinggi dalam menunjang acara tersebut. Selain bentuk dan desainnya yang unik, pakaian adat juga memiliki keindahan yang luar biasa sehingga cocok dikenakan ketika melangsungkan upacara pernikahan. Pakaian ini juga akan memperlihatkan identitas bagi pemakainya karena dengan mengenakan pakaian adat tertentu maka dapat dikenali bahwa ia berasal dari daerah tersebut.

Baca juga: Baju Adat untuk Wanita yang di Pakai di Event Tertentu

Dalam melangsungkan upacara pernikahan, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan baju adat adalah sebagai berikut:

  1. Berkonsultasi kepada kedua belah pihak keluarga. Apabila berasal dari daerah yang berbeda, calon pasangan pengantin harus memusyawarahkan mengenai pakaian adat yang akan dikenakan. Sehingga tidak akan menimbulkan konflik yang mungkin terjadi. Dengan demikian pakaian adat yang akan dikenakan akan sesuai dengan apa yang dikehendaki.
  2. Sesuaikan desain dan warna pakaian adat dengan selera kedua calon mempelai. Dengan demikian keduanya akan puas dengan pakaian adat yang dikenakan dalam upacara nantinya.
  3. Sesuaikan dengan anggaran. Dalam memilih pakaian ini dapat ditentukan terlebih dahulu budget yang dimiliki. Dengan budget tersebut dapat memilih untuk membeli atau membuat sendiri busana adat yang dikenakan ketika melangsungkan upacara. Apabila membuat sendiri pastikan bahwa desain telah disepakati kedua belah pihak. Dalam pembuatan busana pengantin, tidak dapat dilakukan secara mendadak sehingga lebih baik lakukan jauh hari sehingga akan siap sempurna menjelang hari pernikahan.
  4. Gunakan alternatif ketika anggaran terbatas. Apabila anggaran yang dimiliki terbatas untuk membeli atau membuat busana pengantin sendiri, maka langkah terakhir adalah menyewa pakaian adat yang ingin dikenakan. Langkah ini agak sulit karena harus memilih ukuran dan desain yang sesuai dengan pengantin. Tetapi dengan menyewa, meski dengan anggaran yang terbatas, busana pengantin tetap dapat diperoleh. Setelah itu, calon mempelai dapat melakukan fitting sebelum hari pernikahan tiba agar busana yang dikenakan nantinya benar-benar sesuai sehingga dapat membuat para tamu terpukau dengan penampilan pengantin.

Pemilihan baju adat tersebut selain berkonsultasi dengan pihak keluarga ada baiknya berkonsultasi juga dengan wedding organizer sehingga dapat menyesuaikan dengan tema yang digunakan dapat dekorasi upacara pernikahan. Dengan pemilihan pakaian yang tepat pernikahan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mengenakan pakaian adat tersebut. Pakaian adat dapat diperkenalkan kepada para tamu dan tentu saja tetap dapat lestari.

Menilik Alasan Memakai Baju Adat Pada Hari Kartini

Menilik Alasan Memakai Baju Adat Pada Hari Kartini

Hari Kartini biasanya dirayakan diseluruh pelosok Indonesia dengan berbagai cara. Salah satu yang selalu diterapkan adalah memakai baju adat khas Indonesia. Namun, kebanyakan yang menerapkan hal ini adalah sekolah dasar yang membuat ajang perlombaan dimana para muridnya diharuskan untuk mengenakannya. Perlombaan yang diadakan memang berbagai macam, yang paling sering adalah lomba fashion show yaitu dimana para siswa-siswi harus berjalan dengan percaya diri dan juga berpose. Ada pula yang mengadakan pawai untuk berkeliling di lingkungan sekolah masing-masing dan menyebarkan semangat Kartini.

Tetapi, pernahkah Anda berpikir kenapa hari Kartini ini selalu dirayakan dengan menggunakan pakaian khas Indonesia padahal Kartini adalah pejuang wanita untuk mendapatkan haknya? Memang masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang tidak mengerti apa arti dari perayaan ini dan keharusan-keharusan yang ada di dalamnya. Sesungguhnya, mengetahui alasan mengapa pakaian ini haruslah diterapkan setiap tanggal 21 April ini.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa hari Kartini identik dengan pemakaian baju adat dari Indonesia:

  • Kartini Mengenakan Kebaya pada Lukisannya

Raden Ajeng Kartini memang salah satu pahlawan Indonesia. Memang tidak ikut berperang melawan penjajah secara langsung, namun berjuang untuk para kaum wanita untuk mendapatkan hak yang seharusnya dimiliki semua orang dengan rata. Untuk alasan mengapa dihari Kartini harus memakai pakaian khas Indonesia adalah karena dalam lukisannya, Kartini terlihat mengenakan kebaya serta rambutnya dikonde dengan rapi dan cantik, dan juga pakaian tersebut dikenal sebagai pakaian tradisional Jawa. Jadi untuk kita dapat memahami nilai yang sudah diterapkan oleh Ibu Kartini, haruslah mengenakan pakaian tradisional pada tanggal 21 April.

  • Simbol dari Sabang hingga Merauke

Kartini ini memang lahir serta besar di pulau Jawa, tapi Ia memiliki cita-cita yang terbilang sangat besar pada zaman itu, yaitu memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. Memang pada zaman dulu, yang boleh bersekolah hanyalah pria dan wanita hanya untuk mengurus rumah. Memang Ia berjuang di pulau Jawa saja, namun ternyata dampak yang diberikan terasa dari Sabang hingga Merauke. Diharuskan memakai pakaian dari seluruh suku di Indonesia dimaksudkan agar mereka, para anak muda, dapat menjadi seperti Kartini yang memperjuangkan daerahnya masing-masing.

  • Tidak Ada Hari Nasional

Alasan yang terakhir adalah karena Indonesia tidak memiliki hari nasional dimana diharuskan untuk memakai baju adat untuk merayakannya. Memang saat ini sudah ada hari Batik Nasional dimana seluruh rakyat Indonesia dihimbau untuk mengenakan Batik pada hari tersebut, namun tidak dengan pakaian khas Indonesia. Untuk itu, hari Kartini ini diputuskan untuk mengingat jasa dari Raden Kartini sekaligus juga sebagai ajang memakai pakaian tersebut. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa harus memakai pakaian asli khas Indonesia pada hari tersebut.

 

Baju Adat untuk Wanita yang di Pakai di Event Tertentu

Baju Adat untuk Wanita yang di Pakai di Event Tertentu

Menggunakan baju yang formal memang harus dilakukan di tempat yang tepat dan juga dengan pemilihan baju formal yang cocok dan sesuai dengan tema acara yang akan Anda hadiri nantinya. Begitu juga yang terjadi ketika Anda akan memakai dan mengenakan baju adat yang merupakan baju yang menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki oleh setiap daerah yang ada di seluruh Indonesia. Wanita Indonesia tentu saja akan sangat bangga bisa menggunakan dan memakai baju khas yang berasal dari tempat mereka lahir yang bisa di pakai di event dan juga acara yang tepat nantinya.

Setiap wanita memiliki selera yang berbeda-beda mengenai model dan juga desain baju yang ingin mereka pakai nantinya, dan juga setiap wanita sangat teliti di dalam memilih baju yang akan mereka pakai di dalam setiap acara yang berbeda-beda dengan baju yang berbeda juga yang di samakan dengan event dari acara yang akan mereka hadiri dan datangi nantinya. Oleh sebab itu biasanya wanita akan lebih membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berhias diri di dalam setiap acara yang akan mereka hadiri nantinya.

Baca juga: Ulasan Seputar Jenis dan Perlengkapan Baju Adat Papua

Pada umumnya para wanita akan memakai dan menggunakan baju adat ketika mereka menghadiri acara resmi yang berhubungan dengan hari besar negara Indonesia dan juga menghadiri pernikahan yang memiliki tema nusantara yang mengharuskan mereka untuk memakai baju yang berasal dari satu wilayah di Indonesia yang memang mereka sukai dan tentu saja mereka miliki baju tersebut di rumah. Semua itu memang menjadi satu keputusan yang penting yang akan menjadi pilihan tepat atau tidaknya oleh seorang wanita di dalam menampilkan penampilan mereka yang terbaik.

Sekarang ini sudah banyak toko baju yang menyediakan, menjual dan juga menyewakan berbagai macam jenis baju daerah yang memang banyak dicari oleh masyarakat di Indonesia khususnya para wanita sekarang ini. Dengan permintaan akan baju daerah yang semakin banyak tentu saja akan membuat setiap toko baju juga ingin mendapatkan keuntungan dengan memberikan stok barang yang semakin banyak lagi untuk bisa di miliki oleh para wanita Indonesia.

Memakai baju adat biasanya memiliki kesulitan tersendiri yang akan membuat setiap orang yang akan dan ingin memakainya membutuhkan bantuan dari orang lain yang memang sudah sangat paham dan mengerti mengenai cara yang baik dan tepat untuk bisa memakai baju daerah dengan cara yang benar sesuai dengan semestinya. Setiap baju daerah tentu saja memiliki arti di dalamnya dan harus bisa untuk Anda jaga dengan baik yang mana hal tersebut bisa dilakukan dengan membawakan baju yang Anda pakai dengan baik yang mencerminkan kebudayaan dari Indonesia.

 

Ulasan Seputar Jenis dan Perlengkapan Baju Adat Papua

Ulasan Seputar Jenis dan Perlengkapan Baju Adat Papua

Indonesia memiliki banyak budaya dan suku dengan busana adat yang berbeda satu sama lain dan salah satunya adalah baju adat dari Papua. Berada di wilayah paling timur Indonesia, Papua memiliki keanekaragaman yang hanya bisa ditemukan di wilayah ini. Salah satu suku yang paling terkenal di Papua adalah suku Asmat yang pandai membuat patung dan ukiran. Misalnya di Papua Barat, terdapat 4 jenis pakaian adat yang harus Anda ketahui.

Pertama adalah pakaian Sali. Pakaian ini merupakan busana adat yang hanya dikenakan secara khusus untuk perempuan yang masih lajang atau belum menikah. Baju ini menggunakan bahan utama dari kulit pohon dan warna yang akan dihasilkan untuk pakaian ini adalah coklat. Kedua adalah holim. Pakaian ini khusus dikenakan oleh laki-laki yang berasal dari suku Dani. Pakaian ini adalah pakaian sehari-hari. Walaupun kini sudah banyak yang tidak mengenakan pakaian holim namun pakaian yang dikenal juga sebagai koteka ini digunakan saat upacara adat. Bahan untuk membuatnya adalah dari kulit labu air dan masing-masing suku yang ada di Papua memiliki bentuk koteka yang berbeda-beda. Misalnya untuk suku Tiom yang mempergunakan 2 buah labu air untuk membuat koteka dan suku yang lain hanya dengan 1 labu saja.

Kedua adalah yokal. Baju adat ini hanya ada di wilayah Papua Barat dan sekitarnya. Pakaian ini hanya boleh dikenakan oleh wanita yang telah memiliki keluarga dan baju ini hanya bisa ditemukan di wilayah pedalaman di Papua. Baju yang menjadi simbolis dari masyarakat Papua yang menggambarkan kedekatan dengan alam ini memiliki warna yang berwarna coklat dan sedikit kemerahan ini tidak diperjualbelikan.

Perlengkapan pakaian adat selain koteka yang memang dipergunakan oleh kaum pria, ada rok rumbai yang dipergunakan oleh wanita. Rok ini terbuat dari susunan daun sagu kering. Di beberapa kesempatan, rok rumbai tidak hanya dipergunakan oleh wanita namun juga oleh pria. Biasanya, saat mengenakan rok rumbai juga menggunakan hiasan kepala yang terbuat dari bahan ijuk, anyaman daun sagu ataupun bulu burung kasuari.

Perlengkapan lainnya yang dipergunakan oleh orang Papua saat menggunakan baju adat adalah manik-manik dari kerang, gigi anjing yang dijadikan kalung di leher, taring babi yang dilekatkan di antara lubang hidung, tas noken yang merupakan tas anyaman dari bahan kulit kayu yang berfungsi sebagai wadah umbi-umbian atau sayuran dan tas ini dikenakan di kepala ataupun senjata tradisional seperti panah, sumpit dan tombak. Saat mengenakan pakaian adat misalnya rok rumbai ataupun koteka, masyarakat Papua umumnya tidak menggunakan atasan seperti suku lainnya di Indonesia namun menyamarkan bagian atas tubuh mempergunakan lukisan atau tato dari tinta alami. Jadi apapun sukumu dan bagaimana budaya dan bajumu, hargai satu sama lain karena budaya tersebut termasuk keanekaragaman milik Indonesia!