Mengulas Tentang Motif Batik dan Maknanya yang Digunakan untuk Melengkapi Baju Pengantin

Menikah merupakan salah satu moment yang paling ditunggu apalagi jika menikah dengan orang yang dicintai dan di kasihi dengan sepenuh hati. Sebelum menikah Anda harus menyiapkan beragam jenis keperluan seperti baju pengantin. Ada banyak pilihan pakaian pengantin dan salah satunya adalah dengan menggunakan kebaya. Untuk melengkapi penampilan Anda tersebut, maka menggunakan jarik atau kain batik yang dililitkan ke tubuh.

Terdapat beberapa motif batik yang beberapa diantaranya hanya dipergunakan khusus untuk pernikahan dan masing-masing motif batik tersebut mempunyai makna yang berbeda sebagai berikut. Pertama adalah motif batik grompol. Motif batik ini masuk ke kelompok motif cemplok yang biasanya dipergunakan saat siraman. Maknanya adalah agar memiliki masa depan yang cerah, banyak rejeki, banyak anak, selalu mendapatkan rahmat, tentram, rukun, damai dan sejahtera.

Kedua adalah motif batik truntum. Batik ini memiliki motif bergambar bunga kecil dan biasanya dipergunakan saat midodareni dan panggih. Makna dari motif dari batik ini adalah agar saat hidup berkeluarga hendaknya agar suami istri menjaga hubungan yang harmonis serta penuh akan kasih sayang. Ketiga adalah motif cakar ayam. Motif ini masuk ke jenis ceplik yang tersusun atas garis putus-putus, titik-titik dan sekilas seperti anyaman. Batik yang bisa untuk bawahan baju pengantin adat Jawa ini melambangkan semangat hidup manusia di masa yang akan mendatang dalam mencari nafkah agar bisa mewujudkan kesejahteraan seumur hidup.

Keempat dalah motif batik simbar lintang. Batik ini memiliki motif yang menggambarkan mengenai rupa angkasa saat malam hari dan biasanya dipergunakan untuk busana pengantin tidak hanya wanita namun juga pria saat sepasaran. Makna dari batik dengan motif ini adalah agar pasangan pengantin tersebut bisa meraih anugrah yang berupa kecukupan sandang pangan, kebahagiaan serta kehidupan sejahtera selamanya.

Makna motif batik lainnya yang digunakan untuk pelengkap baju pengantin saat upacara pernikahan dengan adat Jawa adalah:

  • Motif batik parang kusuma. Batik ini memiliki motif yang tersusun dari garis diagonal, dengan motif mlinjon yang berbentuk segi empat atau belah ketupat yang posisinya bertolak belakang dengan motif api atau motif parang. Batik yang sebelumnya hanya boleh dipergunakan untuk malam selikuran ini kini menjadi batik untuk busana pengantin dan umumnya dijumpai di busana pengantin ksatria ageng.
  • Motif batik sida luhur yang menggambarkan mengenai proses hidup saat di dunia. Batik ini termasuk ke motif semen dengan pola dari motif pohon hayat, meru serta burung, tumbuhan dan juga garuda yang bersayap satu. Umumnya, batik dengan motif ini dipergunakan oleh pengantin dan kedua orang tua ketika upacara panggih.
  • Motif sida mukti yang masuk golongan motif semen dan digunakan saat pengantin di upacara panggih dan simboliasi mengenai harapan agar bisa hidup bahagia, sentosa dan tabah menghadapi cobaan hidup.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *