Berbagai Perhiasan Indonesia yang Memiliki Nilai Sejarah

Perhiasan merupakan sebuah benda yang digunakan manusia untuk menunjang penampilan fisik agar lebih menawan. Selain itu bisa juga menjadi bukti sejarah suatu daerah karena merupakan warisan budaya yang dijaga secara turun temurun hingga zaman modern. Hal ini juga masih berlaku di Indonesia karena negara Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan adat istiadat beserta kebudayaannya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Berbagai Perhiasan Indonesia yang Memiliki Nilai Sejarah

Gelang Listring

Masyarakat Betawi merupakan bagian dari keragaman budaya Indonesia yang saat ini masih terjaga. Salah satu benda yang menjadi budaya orang Betawi adalah gelang listring. Aksesoris ini dikenakan saat acara adat atau resmi dan harus dipakai sepasang.

Pending

Perhiasan wanita yang tergolong tradisional bernama pending. Aksesoris ini terbuat dari lempeng emas maupun perak yang berfungsi sebagai ikat pinggang dan hiasan dada. Pada mulanya, pending diperkenalkan oleh pedagang Tiongkok pada abad ke-7 sebagai persembahan bagi Kerajaan Sriwijaya. Namun saat ini biasanya digunakan untuk upacara pernikahan atau acara adat.

Taiganja

Taiganja merupakan salah satu perhiasan tradisional dari Sulawesi Tengah. Aksesoris ini digunakan untuk mahar pernikahan. Aksesoris ini berbahan dasar kuningan dengan usia lebih dari 100 tahun. Pembuatan Taiganja menggunakan metode cuang yaitu lilin yang dicetak.

Kalung Anak Ayam Duapuluh

Kalung merupakan salah satu perhiasan wanita yang sering digunakan. Salah satu kalung tradisional yang memiliki sejarah adalah kalung anak ayam duapuluh yang berasal dari Sumatera Selatan. Kalung ini berumur lebih dari 100 tahun dengan bentuk anak ayam sejumlah 20 buah yang terbuat dari emas dan intan.

Galang Adat

Bagi orang Minangkabau, mereka menggunakan gelang Gadang atau Gelang Adat saat melakukan upacara pernikahan. Gelang adat berfungsi untuk pemagar dan simbol niniak mamak. Perhiasan ini sudah berumur sekitar 100 tahun, sedangkan keahlian pembuatan sudah ada sejak abad 16

Riti, Knei

Suku Atoni juga memiliki gelang tradisional bernama riti atau knei atau keke yang dibuat dari perak berkualitas.

Baca juga: Ini Dia Beberapa Jenis Barang yang Dibuat dari Model Batik Terbaru

Anting Dayak

Suku Dayak dikenal sebagai suku yang kental akan adat dan tradisi budayanya. Maka tak heran jika mereka tetap melestarikan “anting Dayak”  sebagai warisan nenek moyang. Anting ini cukup unik karena beratnya mencapai 200 gram dari bahan kuningan sehingga cuping telinga akan semakin besar jika digunakan terus menerus. Wanita yang telinga panjang dianggap semakin cantik.

Bura Layang-Layang

Suku Batak Karo memiliki kalung tradisional bernama Bura Layang yang terbuat dari perak dan sepuhan emas. Nama tersebut disematkan karena bentuk kalung ini menyerupai laying-layang.


Kerabu Kudung Kudung

Kerabu Kudung Kudung adalah salah satu perhiasan tradisional dari Suku Batak. Aksesoris ini dibuat dengan teknik benang logam dan butiran logam yang dianggap cukup sulit. Kesan anggun dan mewah akan dimunculkan oleh aksesoris ini sehingga sangat cocok dipakai saat acara resmi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *