3 Jenis Baju Adat Jawa Timur yang Masih Ada Hingga Saat Ini  

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau dan beraneka macam suku, berbagai suku akan menunjukkan budayanya masing-masing, seperti wilayah Indonesia sendiri yang memiliki 34 provinsi, mereka memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bahasa yang digunakan, kemudian juga dari segi baju adat nya bahkan juga sampai kuliner khasnya. Berbicara mengenai pakaian tidak bisa dipungkiri bahwa inilah yang menjadi pembeda antara suku yang satu dengan yang lainnya.

 3 Jenis Baju Adat Jawa Timur yang Masih Ada Hingga Saat Ini  

Meskipun dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan era globalisasi membuat terjadinya pencampuran budaya, baik itu yang berasal dari dalam negeri, bahkan sampai percampuran nilai budaya yang berasal dari luar negeri. Salah satu yang bisa dilihat secara mudah memang dari segi pakaian ini. Apa yang digunakan bisa melambangkan sebuah budaya. Kebanyakan busana yang masuk ke Indonesia memang sudah campur tangan dari budaya barat. Terbuat dari bahan-bahan tekstil buatan dan juga dalam model yang terbuka. Namun bukan hal yang mustahil jika seandainya Anda ingin melihat busana khas dalam negeri sendiri masih banyak.

 

Salah satunya adalah dari wilayah Jawa Timur, salah satu provinsi yang ada di Jawa ini sebagian diantaranya masih sering mengenakan baju adat, khususnya di acara-acara tertentu, meskipun tidak dijumpai setiap hari, namun masih mengidentikkan budaya tersebut. Berikut ini beberapa busana adat khasnya, yaitu:

 

  1. Baju manten khas Jawa Timur, baju ini hanya digunakan pada acara pernikahan atau yang dalam bahasa jawa disebut sebagai ‘mantenan’ pakaian yang kurang lebih hampir menyerupai busana kebaya, namun dengan bagian punggung yang terbuka, umumnya kedua mempelai akan mengenakan pakaian yang sejenis saat upacara pernikahan atau resepsi. Busana ini juga terbilang masih cukup populer digunakan di saat acara pernikahan.
  2. Baju pesan, model busana yang satu ini khas digunakan oleh orang-orang Madura, yaitu dengan warna dasar adalah hitam gelap ditambah dengan kaos dengan corak murah dan juga putih khusus untuk laki-laki, sedangkan untuk wanita mengenakan sebuah jarik atau batik dilengkapi dengan baju yang memiliki warna hitam.
  3. Baju cak dan ning, pakaian yang satu ini masih sering digunakan dalam beberapa kontes yang sering diadakan tingkat wilayah Jawa Timur, dengan mengusung konsep utama yaitu memiliki bawahan yang terbuat dari bahan dasar kain batik, kemudian bagian atasnya adalah kebaya. Ditambah dengan beberapa macam aksesoris lainnya seperti kerudung Renda.

 

Model baju adat Jawa Timur tersebut masih bisa dijumpai hingga saat ini, bahkan ada yang menjualnya di pasaran, meskipun sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas sehari-hari, melainkan hanya untuk waktu-waktu tertentu saja, seperti acara-acara spesial layaknya pernikahan. Penting untuk dilestarikan agar tidak hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *